Dlala Studios secara resmi mengumumkan proyek game terbarunya berjudul Murals dalam ajang Gamescom Opening Night Live di Cologne, Jerman, pada akhir Agustus 2026. Game aksi dengan sentuhan visual bergaya lukisan ini mengangkat kisah-kisah dongeng klasik seperti The Little Mermaid dan Rapunzel dengan sudut pandang yang jauh berbeda. Pengumuman ini langsung menarik perhatian para gamer di seluruh dunia yang penasaran dengan karya lanjutan dari kreator di balik Disney Illusion Island.
Dalam permainan ini, pemain akan mengendalikan karakter utama bernama The Hero untuk menjelajahi berbagai dunia dongeng yang telah dimodifikasi. Cerita bermula ketika sang jagoan harus membantu karakter ikonik seperti The Little Mermaid yang terjebak dalam situasi rumit. Perjalanan tersebut tidak sendirian karena ditemani oleh sosok makhluk unik bernama Toast yang bertindak sebagai juru bicara.
Meskipun terinspirasi dari kisah klasik populer, pengembang menegaskan bahwa game ini sama sekali tidak berafiliasi dengan adaptasi versi Disney. Sebaliknya, mereka meracik ulang cerita-cerita asli karya Hans Christian Andersen menjadi sebuah petualangan yang segar dan penuh kejutan. Nuansa visual yang artistik berpadu apik dengan dunia fantasi yang misterius.
Antusiasme komunitas game terhadap proyek anyar ini tergolong sangat tinggi mengingat rekam jejak studio yang impresif. "Kami ingin menghadirkan sesuatu yang segar namun tetap terasa akrab bagi para pemain," ujar salah satu perwakilan pengembang saat sesi pratinjau eksklusif.
Murals Hadirkan Mekanisme Tempur Cepat Ala Game Aksi Modern
Berbeda dari proyek sebelumnya yang sepenuhnya bebas dari elemen pertempuran, Murals justru menawarkan sistem pertarungan yang dinamis dan intens. Pengembang mengambil inspirasi mekanik dari berbagai judul populer untuk menciptakan pengalaman bertarung yang memacu adrenalin. Setiap musuh dirancang memiliki pola serangan tersendiri yang menuntut ketepatan posisi dari pemain.
Sistem pertempuran di dalam game ini memadukan aksi jarak dekat menggunakan pedang Dixie Cut serta senjata jarak jauh berupa Dragon Medallion blaster. Perpaduan senjata tersebut membuat tempo permainan terasa sangat cepat mirip seperti mekanisme yang ada di Hades. Pemain harus aktif bergerak menghindari serangan musuh sekaligus melancarkan kombo maut.
Selain senjata utama, petualangan pemain juga akan dibantu oleh sistem peningkatan kemampuan bernama Eeries yang didapat dari karakter unik bernama Magic Dave. Fitur ini berfungsi mengubah efek serangan menjadi lebih mematikan, seperti menambahkan elemen es atau listrik pada senjata. Fleksibilitas ini memberikan kebebasan bagi pemain untuk merancang gaya bertarung sesuai preferensi masing-masing.
Rencananya, game aksi garapan Dlala Studios ini akan meluncur ke pasaran pada tahun depan dengan menyediakan berbagai pengaturan tingkat kesulitan. Hal tersebut disiapkan agar para pemain pemula maupun veteran tetap bisa menikmati keseruan cerita tanpa merasa kewalahan. Pastikan untuk terus memantau perkembangan terbarunya jelang tanggal peluncuran resmi.