OneXPlayer secara resmi meluncurkan perangkat gaming handheld terbarunya yang dibanderol dengan harga fantastis mencapai USD 2,000 atau sekitar Rp 31 juta pada awal September 2026. Konsol portabel premium bernama OneXPlayer X2 Mini ini hadir di pasaran global dengan membawa spesifikasi kelas atas demi menggoda para gamer antusias. Langkah pabrikan ini langsung memicu perbincangan hangat di industri hardware karena tren harga konsol genggam yang kian melambung tinggi.

Perangkat baru ini dipersenjatai dengan chipset Intel Arc G3 yang dipadukan bersama RAM sebesar 32GB serta penyimpanan SSD 1TB. Kombinasi komponen dapur pacu tersebut diklaim mampu memberikan performa visual mulus berkat dukungan layar berfitur 144Hz.

Kendati menawarkan spesifikasi tingkat tinggi, banderol harga yang dipatok menuai kritik karena semakin menjauhkan kategori perangkat portabel dari kalangan gamer kelas menengah. Konsol ini bahkan mengusung konsep kontroler yang bisa dilepas pasang mirip konsol Nintendo.

Kenaikan harga di pasar perangkat portabel PC belakangan ini dipicu oleh berbagai faktor eksternal, mulai dari lonjakan komponen pusat data hingga masalah rantai pasok global. "Tren harga laptop kini mulai merambah ke segmen konsol genggam," tulis laporan pengamat industri teknologi.

Soroti Lonjakan Harga Onexplayer X2 Mini dan Tren Konsol Handheld Premium

OneXPlayer merilis perangkat gaming handheld baru dengan harga fantastis.
OneXPlayer merilis perangkat gaming handheld baru dengan harga fantastis.

Kehadiran OneXPlayer X2 Mini semakin mempertegas pergeseran pasar di mana konsol genggam kini menjelajah ranah harga selangit. Dengan varian harga standar yang dimulai dari kisaran tinggi, perangkat ini jelas menyasar segmen pasar terbatas bagi kolektor atau gamer hardcore.

Para produsen butik seperti OneXPlayer dan beberapa kompetitornya terus berinovasi mendobrak batas performa grafis, namun hal itu harus dibayar dengan lonjakan biaya produksi yang signifikan. Kondisi ini membuat kategori harga di bawah USD 500 semakin sulit ditemukan di pasaran.

Pihak analis industri menilai bahwa dominasi harga di atas seribu dolar dapat membatasi pertumbuhan ekosistem portabel di masa mendatang. "Persaingan ketat di segmen premium menuntut pembeli merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan teknologi mutakhir," ujar salah satu pengamat pasar hardware.

Bagi para pencinta game yang mendambakan performa maksimal dalam genggaman, perangkat ini menawarkan fitur lengkap seperti baterai lepas-pasang dan profil ramping. Kendati demikian, faktor finansial tetap menjadi tantangan terbesar bagi peminat di tanah air.