Cloud Imperium Games secara resmi mengumumkan penundaan jadwal rilis game Squadron 42 ke tahun 2027. Keputusan berat ini diambil karena studio tidak ingin bersaing dengan perhatian publik yang tersedot oleh peluncuran GTA 6. Kabar ini langsung memicu berbagai reaksi dari komunitas gamer di seluruh dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh studio head Chris Roberts lewat sebuah pos blog resmi. Ia menjelaskan bahwa peluncuran game yang sudah dikembangkan selama belasan tahun ini harus digeser demi mendapatkan porsi pemberitaan yang layak dari media dan konten kreator.
Meskipun GTA 6 dikabarkan belum rilis di platform PC pada awalnya, gelombang pemberitaan yang masif dinilai bakal menutup ruang bagi game fiksi ilmiah luar angkasa ini. "Tidak ada cara saya ingin meluncurkan game penerus spiritual Wing Commander ini ke dalam pusaran perhatian GTA 6," ungkap Chris Roberts dalam keterangannya.
Sebagai obat kekecewaan para pendukung setianya, pihak pengembang berencana memberikan kesempatan uji coba khusus bagi sejumlah backer orisinal pada bulan Oktober mendatang. Informasi terkait tanggal rilis pasti rencananya akan diumumkan menyusul setelah sesi uji coba tersebut selesai.
Alasan Cloud Imperium Menunda Squadron 42 Demi Bayang-bayang Gta 6
Keputusan menunda Squadron 42 tentu menjadi sorotan tajam setelah proyek spin-off Star Citizen ini molor bertahun-tahun dari jadwal aslinya di 2014. Waktu pengembangan yang memakan waktu lebih dari satu dekade ini membuat ekspektasi para pemain berada di level yang sangat tinggi.
Menariknya, game single-player bertema luar angkasa ini dibintangi oleh sederet aktor papan atas Hollywood. Sebut saja Gary Oldman, Mark Hamill, Henry Cavill, hingga Andy Serkis turut ambil bagian dalam proyek ambisius garapan Cloud Imperium Games tersebut.
Mundurnya jadwal peluncuran ke kuartal kedua tahun 2027 memberikan waktu tambahan bagi tim produksi untuk mematangkan kualitas permainan. Para penggemar tentu berharap hasil akhirnya sepadan dengan penantian panjang yang melelahkan.
Komunitas kini hanya bisa menunggu kepastian lebih lanjut dari pengembang terkait progres akhir game tersebut. Keputusan menghindari demam game garapan Rockstar tersebut dinilai langkah realistis demi menjaga eksposur produk.