Dlala Studios akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang lisensi pihak ketiga dan merilis proyek original mereka lewat review Murals game yang baru saja diumumkan di ajang Gamescom. Game bergenre hack and slash ini menjanjikan sentuhan visual menawan yang siap memanjakan mata para gamer.

Sebelumnya, developer ini dikenal lewat karya mereka seperti Battletoads dan Disney Illusion Island yang digarap dengan gaya khas. Kali ini, mereka mencoba keluar zona nyaman dengan membangun semesta sendiri yang terinspirasi dari kisah-kisah dongeng masa kecil.

"Kami ingin mencoba sesuatu yang benar-benar baru dan segar bagi para pemain," ujar perwakilan Dlala Studios dalam sesi presentasi eksklusif beberapa waktu lalu.

Bagi para pencinta game PC yang mendambakan aksi cepat dan latar cerita unik, proyek ambisius ini tentu layak masuk dalam daftar tunggu.

Menyelami Sisi Gelap Dongeng Populer

Ulasan mendalam Murals game, petualangan seru menelusuri dongeng populer yang gelap.
Review Murals game, aksi hack and slash penuh gaya dengan visual lukisan tangan.

Dalam Murals game, pemain akan diajak menjelajahi sebuah istana dongeng fiksi dengan nuansa yang jauh dari kata ramah anak. Dlala Studios dengan berani mengambil sudut pandang satir untuk merevisi berbagai karakter klasik yang sudah akrab di telinga kita.

Mulai dari kisah Putri Tidur hingga interaksi kocak bersama sosok mirip Ariel sang Putri Duyung dengan bumbu komedi gelap. "Pendekatan ini memberikan napas baru agar cerita klasik tidak terasa membosankan," tambah tim pengembang.

Tokoh utama dalam permainan ini ditemani oleh karakter misterius bernama Loaf yang digambarkan mirip coretan sketsa hitam putih di atas kertas. Kontras visual ini sengaja dihadirkan untuk memperkuat kesan buku cerita hidup yang sedang dibaca.

Bagi para penggemar narasi yang out of the box, review Murals game membuktikan bahwa eksperimen cerita seperti ini sukses menghadirkan daya tarik tersendiri yang jarang ditemui di judul lain.

Mekanik Pertarungan Cepat Ala Hades

Beralih ke sektor gameplay, review Murals game menunjukkan adopsi sistem pertarungan isometrik yang terinspirasi kuat dari kesuksesan Hades buatan Supergiant Games. Meski demikian, mereka memilih struktur linier ketimbang elemen roguelike yang saat ini sudah terlalu jenuh di pasaran.

Pemain dapat memanfaatkan berbagai pilihan senjata mulai dari pedang standar hingga palu raksasa berdaya hancur tinggi. Kecepatan reaksi tangan menjadi kunci utama untuk merangkai kombinasi serangan mematikan tanpa terputus.

Adanya elemen acak lewat kehadiran NPC pedagang bernama Dave sang Mage turut memperkaya variasi permainan. Pemain bisa membeli peningkatan bernama Eeries untuk memperkuat efek elemen es atau memecah proyektil senjata.

Dengan jadwal rilis yang diproyeksikan meluncur pada tahun 2027 mendatang untuk platform PC, game garapan Dlala Studios ini berpotensi menjadi salah satu rilisan indie yang paling diperhitungkan.